Materi Tentang Sistem Politik (Pengertian, Macam, Prinsip, dan Fungsi)


Sistem politik merupakan satu unsur pada sebuah negara yang bertugas untuk mengatur bagaimana dinamika proses pengambilan kebijakan dilaksanakan. Semakin teratur sistem politik suatu negara, maka semakin efektif pengambilan suatu keputusan dan penyelenggaraan negara.

Berbeda dengan sistem lainnya yang ada pada suatu negara, sistem politik bekerja melalui proses kematangan suatu masyarakat. 

Pengertian Sistem Politik Menurut para Ahli

Menurut David Easton, sistem politik adalah interaksi yang abstraksi dari seluruh tingkah laku sosial sehingga nilai-nilai tersebut diabadikan secara otoritas kepada masyarakat.

Sementara itu menurut Almond, sistem politik adalah sistem interaksi yang ditemui dalam masyarakat merdeka serta menjalankan fungsi integrasi dan adaptasi.

Rusandi Simantapura juga mengemukakan bahwa sistem politik adalah mekanisme seperangkat fungsi atau peranan dalam struktur politik dalam hubungan satu sama lain yang menunjukkan suatu proses yang langgeng.

Macam-Macam Sistem Politik

A. Sistem politik tradisional 

Sistem politik tradisional memiliki 2 jenis yang diantaranya sebagai berikut:

1. Sistem politik Patriarchal 
Adalah sistem politik yang dilambangkan dengan kekuasaan dan otoritas yang berada pada laki-laki.

2. Sistem politik Patrimonial
Adalah sistem politik yang diwariskan secara turun-temurun. 

B. Sistem politik antara tradisional dan modern yang disebut dengan sistem politik Kerajaan Birokrasi.

Sistem politik kerajaan birokrasi adalah sistem politik yang berada di persimpangan penyelenggaraan negara dimana pada satu sisi melaksanakan pemerintahan secara modern tetapi di sisi lain masih menerapkan proses pengambilan keputusan berdasarkan titah sang raja. 

C. Sistem politik Modern

Seperti halnya sistem politik tradisional, sistem politik modern juga memiliki 2 jenis yang diantaranya sebagai berikut :

1. Sistem politik Demokrasi
Yaitu sistem politik yang memegang kekuasaan banyak orang, berdasarkan kehendak rakyat, kekuasaannya terbatas, dan bertanggung jawab kepada rakyat.

Prinsip sistem politik demokrasi:
  • Adanya pembagian kekuasaan;
  • Pemerintahan konstitusional atau berdasarkan hukum;
  • Pemerintahan mayoritas;
  • Pemilu bebas atau demokratis;
  • Partai politik lebih dari satu;
  • Manajemen terbuka;
  • Pers bebas;
  • Perlindungan terhadap HAM dan adanya jaminan Hak minoritas;
  • Peradilan bebas tidak memihak;
  • Penempatan pejabat pemerintahan dengan merit system (kecakapan);
  • Kebijaksanaan pemerintah dibuat badan perwakilan politik tanpa paksaan;
  • Konstitusi atau UUD yang demokratis;
  • Penyelesain masalah secara damai melalui musyawarah atau perundingan.

2. Sistem politik Kediktatoran (otoriter) 
Yaitu sistem politik yang memegang kekuasaan beberapa orang atau kelompok orang, kekuasaannya sangat luas dan tak terbatas meliputi seluruh kehidupan negara, dan tidak perlu atau tidak ada mekanisme pertanggungjawaban pemerintah. 

Prinsip sistem politik diktator:
  • Pemusatan kekuasaan pada satu atau sekelompok orang;
  • Pemerintahan tidak berdasarkan konstitusional;
  • Negara berdasarkan kekuasaan;
  • Pembentukan pemerintahan tidak berdasar musyawarah, tetapi melalui dekrit;
  • Pemilu tidak demokratis. Pemilu dijalankan hanya untuk memperkuat keabsahan penguasa atau pemerintah negara;
  • Sistem satu partai politik atau ada beberapa partai politik tapi hanya ada satu partai politik yang memonopoli kekuasaan;
  • Manajemen pemerintahan tertutup;
  • Tidak ada perlindungan HAM , hak monoritas ditindas;
  • Pers tidak bebas dan sangat dibatasi;
  • Badan peradilan tidak bebas dan bisa diintervensi oleh penguasa;
  • Penempatan pejabat pemerintahan dengan spoil system  (kekeluargaan) serta tidak ada kontrol terhadap administrasi dan birokrasi; 
  • Prinsip dogmatisme dan banyak berlaku doktrin. Konstitusi atau UUD hanya sebagai lambang saja;
  • Penyelesaan masalah dengan kekerasan dan paksaan;

3. Sistem Politik Totaliter
Yaitu sistem politik dimana semua intitusi sosial dikontrol oleh negara. Kontrol itu mencakup ekonomi, pendidikan, agama, dan bahkan keluarga. Negara itu sendiri dijalankan oleh satu partai tunggal.

Prinsip sistem politik totaliter:
  • Adanya Ideologi yang terperinci;
  • Adanya satu partai tunggal;
  • Adanya sistem teror yang luas yang dijalankan oleh partai, atau oleh para polisi rahasia;
  • Adanya kontrol pemerintah dan partai atas semua sarana komunikasi massa, seperti pers, radio, dan film;
  • Dikondisikan secara teknologis dan sebenarnya adanya kontrol yang ketat melalui militer;
  • Adanya kontrol Negara atas seluruh sektor ekonomi. 

4. Sistem Politik Islam
Merupakan sistem politik yang berdasarkan pada Al-Qur’an dan Hadist. Pengertian politik Islam = Fiqih Siyasah dimana secara harfiyah dapat diartikan sebagai mengurus, mengendali atau memimpin. Dengan kata lain materi yang membahas mengenai ketatanegaraan Islam.

Prinsip sistem politik islam:
a. Siyasah Dusturiyah
Prinsip dimana keputusan kepala negara dalam mengambil keputusan atau undang-undang bagi kemaslahatan umat. Hal yang mengatur/kebijakan yang diambil oleh kepala negara/pemerintah dalam mengatur warga negaranya.  

b. Siyasah Maliyah
Merupakan sebuah prinsip yang menyangkut hak dan kewajiban kepala negara untuk mengatur dan mengurus keungan negara guna kepentingan warga negaranya serta kemaslahatan umat atau hal-hal yang menyangkut harta benda negara (kas negara), pajak, serta Baitul Mal. 

c. Siyasah Dauliyah
Kekuasaan kepala negara untuk mengatur negara dalam hal hubungan internasional, masalah territorial, nasionalitas, ekstradisi tahanan, pengasingan tawanan politik, pengusiran warga negara asing. 

d. Siyasah Harbiyah
Wewenang atau kekuasaan serta peraturan pemerintah dalam keadaan perang atau darurat. 

Fungsi sistem politik

1. Sosialisasi Politik

Sosialisasi Politik merupakan suatu cara untuk memperkenalkan nilai-nilai politik, sikap-sikap dan etika politik yang berlaku atau yang dianut oleh suatu negara.

2. Rekrutmen Politik 

Rekrutmen politik adalah suatu proses seleksi atau rekrutmen anggota-anggota kelompok untuk mewakili kelompoknya dalam jabatan-jabatan administratif maupun politik.

3. Komunikasi Politik 

Komunikasi politik adalah salah satu fungsi yang dijalankan oleh partai poltik dengan segala struktur yang tersedia, mengadakan komunikasi informasi, isu dan gagasan politik.

Dava

Hanya seorang manusia biasa yang hobi nonton film dan main game

Post a Comment

Previous Post Next Post

Contact Form