Strategi Pergerakan Nasional Indonesia

Pergerakan Nasional



Adalah suatu bentuk perlawanan terhadap kaum penjajah yang dilaksanakan tidak dengan menggunakan kekuatan bersenjata, tetapi menggunakan organisasi yang bergerak di bidang sosial, budaya, ekonomi, dan politik. Demikian halnya dengan pergerakan nasional yang terjadi di Indonesia.

Strategi yang digunakan oleh Pergerakan Nasional secara umum:

  1. Menggunakan organisasi sebagai alat perjuangannya
  2. Perjuangannya sudah bersifat Nasional, bukan kedaerahan.
  3. Tidak menggunakan kekerasan senjata.
  4. Perjuangannya dipimpin oleh tokoh-tokoh agama.
  5. Asas perjuangannya ada yang bersifat kooperatif.
  6. Periode Bertahan (Peristiwa Sesudah Sumpah Pemuda)
Periode Bertahan ini dapat diartikan sebagai suatu kurun waktu yang ditandai dengan perubahan taktik perjuangan dari non-kooperasi menjadi kooperasi demi mempertahankan kelangsungan hidup pergerakan dan menjamin kontinuitas perjuangan.

Faktor yang menyebabkan perubahan taktik tersebut:

  • Terjadinya krisis ekonomi dunia (malaise) yang dibarengi dengan penangkapan dan pembuangan tokoh-tokoh pergerakan radikal.
  • Kerasnya tindakan pemerintah kolonial tersebut mempengaruhi situasi politik pergerakan di Indonesia.
  • Untuk memperkuat persatuan diantara wakil-wakil bangsa Indonesia yang duduk dalam Volksraad pada tanggal 27 Januari 1930. Moh Husni Thamrin membentuk fraksi nasional seperti partai atau organisasi. Fraksi Nasional menuntut adanya perubahan tata negara dan penghapusan terhadap diskriminasi di beberapa bidang, yaitu :
  • Masalah di bidang politik, seperti penangkapan dan pembuangan semena-mena terhadap tokoh pergerakan nasional diperdebatkan dalam Volksraad.
  • Masalah di bidang ekonomi, seperti dampak depresi ekonomi terhadap rakyat diperdebatkan dalam Volksraad.
  • Masalah di bidang sosial, seperti ordonasi sekolah liar dan pertahanan.

Organisasi pergerakan nasional pada periode bertahan

1. Partindo (Partai Indonesia)

Partindo didirikan oleh Sartono pada tahun 1929 yang sejak awal berdirinya punya banyak anggota dan terjun dalam aksi politk menuju Indonesia Merdeka.

Tujuan didirikannya Partindo yaitu untuk mencapai Indonesia Merdeka dengan dasar nasional serta asas "self help" dan non-kooperasi. Pemerintah melakukan pengawasan yang ketat terhadap Partindo karena kegiatannya yang bersifat radikal. Akhirnya pada tahun 1936 Partindo dibubarkan.

Kegiatan Partindo

  1. Mempersiapkan Indonesia Merdeka.
  2. Kegiatan sosial dan ekonomi sebagai pusat.
  3. Mengadakan rapat dan kongres.

Penyebab Pembubaran Partindo

  1. PPKI melarang Partindo untuk mengadakan rapat yang kemudian menyebabkan Partindo keluar dari PPKI.
  2. Kegiatan-kegiatan organisasi bersifat radikal yang menyebabkan pemerintah melakukan pengawasan yang cukup ketat.
  3. Partindo tidak dapat berkembang.

2. Parindra (Partai Indonesia Raya)

Parindra didirikan di Solo pada 26 Desember1935 oleh Dr Sutomo. Tujuan Parindra adalah mencapai Indonesia Raya dengan asas Insidental, artinya tidak berpegang pada asas koperasi maupun non-kooperasi. Tokoh Parindra yang terkenal dalam volksraad adalah moh.Husni Thamrin.

Parindra berjuang agar wakil volksraad semakin bertambah sehingga suara yang berhubungan dengan upaya mencapai Indonesia Merdeka semakin diperhatikan pemerintah. Perjuangan Parindra dalam volksraad cukup berhasil dengan penggantian "Inlandeer" menjadi "Indonesier" oleh Belanda.

Tujuan Parindra

  1. Susunan pemerintahan yang demokratis, berdasar atas kepentingan dan kebutuhan Indonesia.
  2. Alat pemerintah yang berdasar dan ditujukan pada kepentingan Indonesia serta dipegang sendiri oleh bangsa Indonesia.
  3. Kedudukan yang sama bagi para penduduknya.
  4. Hak dan Kewajiban yang sama bagi tiap orang.

Usaha yang dilakukan Parindra dalam bidang pendidikan 

  • Memperjuangkan untuk dapat mengubah jumlah dan jenis sekolah yang cocok dengan rencana kemakmuran dan perkembangan penduduk.
  • Memperjuangkan untuk dapat menurunkan uang sekolah dengan maksud agar sesuai dengan kemakmuran rakyat.
  • Memperjuangkan untuk dapat memberikan beasiswa secara luas dan menyelenggarakan asrama murah bagi para siswa sekolah menengah dan sekolah tinggi dan apabila dipandang perlu juga untuk anak anak sekolah rakyat.

3. Gerindo (Gerakan Rakyat Indonesia)

Gerindo berdiri pada tanggal 24 Mei 1937 dengan tokohnya Sartono, Saruni Pane, dan Moh Yamin. Tujuan Gerindo adalah mencapai Indonesia Merdeka, memperkokoh ekonomi Indonesia, mengangkat kesejahteraan kaum buruh dan memberi bantuan kaum pengangguran serta dasar nasional dengan asas insidental.

4. GAPI (Gabungan Politik Indonesia)

GAPI didirikan oleh Moh. Husni Thamrin pada tanggal 21 Mei 1939. Tujuan GAPI adalah menuntut pemerintah Belanda agar Indonesia mempinyai parlemen sendiri, sehingga GAPI mempunyai semboyan "Indonesia Berparlemen". Akhirnya pemerintah membentuk Komisi Visman yang diketuai oleh Dr F.H Visman dengan tugas menyelidiki dan mempelajari perubahan-perubahan ketatanegaraan.

Alasan yang mendorong terbentuknya GAPI

  • Kegagalan Petisi Sutarjo.
  • Kepentingan Internasional akibat timbulnya fasisme.
  • Sikap pemerintah yang kurang memperhatikan kepentingan bangsa Indonesia.

Asas GAPI

  • Hak untuk menentukan nasib sendiri.
  • Persatuan nasional dari seluruh bangsa Indonesia dengan berdasarkan kerakyatan dalam bidang politik, ekonomi, dan sosial.
  • Persatuan aksi seluruh pergerakan Indonesia.

*Kegagalan Petisi Sutarjo disebabkan oleh

  1. Rakyat Indonesia belum mampu berdiri sendiri.
  2. Petisi tersebut tidak ada gunanya, melemahkan dan mematikan cita-cita Indonesia Merdeka dan cenderung opportunistiche.
  3. Indonesia sudah cukup matang dan sudah sepantasnya pemerintah Belanda memberikan lebih banyak hak-hak kepada Indonesia.
  4. Tidak disokong sepenuhnya oleh semua golongan pergerakan.

Dengan ditolaknya petisi tersebut terbukti bahwa perjuangan kemerdekaan lewat voolksraad tidak bermanfaat. Pada bulan Mei 1937 di Jakarta dibentuklah Comite Central Petisi Sutarjo (CCPS) oleh H. Agus Salim untuk memperjuangkan petisi.

Namun, tetap terdapat penolakan terhadap petisi tersebut sehingga CCPS mengeluarkan "Surat Terbuka" yang ditujukan kepada pegurus besar partai politik dan perhimpunan bangsa Indonesia. Isinya selain menyesali cara penolakan atas petisi juga mengajak seluruh partai untuk menentukan sikap atas penolakan petisi tersebut.

GAPI memperjuangkan

  1. Pelaksanaan "The Right Of Self Determination".
  2. Persatuan kebangsaan atas dasar demokrasi sosial dan ekonomi.
  3. Pembentukan parlemen yang dipilih secara bebas dan umum serta mewakili dan bertanggung jawab kepada rakyat.
  4. Membentuk solidaritas Indonesia-Belanda untuk menghadapi kekuatan fasisme.
  5. Pengangkatan lebih banyak orang Indonesia dalam berbagai jabatan negara.

Masa Penjajahan Jepang

Masa pendudukan Jepang di Indonesia dimulai tahun 1942 dan berakhir pada tanggal 17 Agustus 1945 seiring dengan proklamasi kemerdekaan Indonesia oleh Ir. Soekarno dan Moh. Hatta atas nama bangsa Indonesia. Selama masa pendudukan Jepang, Jepang juga membentuk persiapan kemerdekaan (Badan Penyelidik Usaha Persiapan Kemerdekaan Indonesia) atau lebih dikenal dengan BPUPKI. Badan ini bertugas membentuk persiapan-persiapan pra-kemerdekaan dan membuat dasar negara.

BPUPKI ini lalu diganti dengan PPKI ( Panitia Persiapan Kemerdekaan Indonesia) yang bertugas menyiapkan kemerdekaan. Pada tanggal 15 Agustus 1945 Sutan Syahrir telah mendengar kabar bahwa Jepang telah menyerah kepada sekutu.

Karena hal itu, maka ia mendesak agar proklamasi segera dilaksanakan. Pada malam harinya terjadi 2 hal penting, yaitu persiapan rapat PPKI dan rapat Gerakan Pemuda.

Peristiwa Proklamasi

Proklamasi kemerdekaan Indonesia pada tanggal 17 Agustus 1945 yang dibacakan oleh Ir. Soekarno didampingi oleh Drs. Moh. Hatta bertempat di jalan Pegangsaan Timur 56, Jakarta. Tokoh yang merumuskan proklamasi kemerdekaan bangsa Indonesia terdiri dari Tadashi Maeda, Tomegoro Yoshizumi, S. Nishujima, S. Miyoshi, Moh. Hatta, Soekarno, dan Ahmad Soebardjo.

Pada tanggal 14 Agustus 1945 negara Jepang menyerah tanpa syarat kepada sekutu. Berita tersebut menjadi pemicu kaum pergerakan kemerdekaan Indonesia untuk memproklamasikan kemerdekaan Indonesia.

Tindak lanjut dari Proklamasi


  • Pada tanggal 18 Agustus Indonesia telah berhasil membentuk UUD yang terdiri atas pembukaan, batang tubuh yang terdiri atas 37 pasal, 4 pasal aturan peralihan, dan 2 pasal aturan tambahan disertai penjelasan yang dibuat oleh BPUPKI.
  • Pada tanggal 19 Agustus PPKI mengadakan rapat untuk memutuskan pembagian wilayah Indonesia menjadi 8 provinsi diseluruh bekas koloni Hindia-Belanda, tidak seperti yang diputuskan dalam BPUPKI yang menghendaki Malaka, Kalimantan Utara, Timor Portugis, serta Irian. Perubahan wilayah itu didasarkan atas pertimbangan demi tidak menimbulkan kesulitan untuk memperoleh pengakuan Internasional dan menghindarkan tuduhan.
  • Pada tanggal 22 Agustus Soekarno dan para pemimpin Indonesia masih belum melihat urgensi pembentukan tentara sehingga diputuskan untuk membentuk Badan Keamanan Rakyat (BKR). Pihak Jepang menyadari bahwa pergerakan kemerdekaan Indonesia benar-benar didukung rakyat karena ketaatan rakyat akan kedudukan Soekarno sebagai wakil rakyat.

Dava

Hanya seorang manusia biasa yang hobi nonton film dan main game

Post a Comment

Previous Post Next Post

Contact Form